Minor Operating Department

  Kegiatan usaha perhotelan yang terus berkembang dan berubah dengan pesatnya hingga sekarang ini, maka tugas manajemen hotel sangat cepat mengikuti berubahan pasar karena tidak ingin hotelnya ditinggalkan para pelanggannya. Pengembangan dan pelatihan bagi karyawan harus terus menerus ditingkatkan lebih serius lagi agar tujuan umum manajemen hotel untuk mencapai laba perusahaan dan citra perusahaan yang mapan harus selalu dipertahankan dan ditingkatkan dari waktu-kewaktu. Dengan demikian benarlah bahwa dunia pariwisata dalam hal ini perhotelan sangat dipengaruhi oleh para pelanggannya atau lebih kita kenal dengan istilah MARKET DRIVEN. 

Market driven (dikendalikan oleh pasar) adalah pengertian bahwa pasar atau pelanggan sangat menentukan jalannya dunia usaha perhotelan di negara kita, dimana saja sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan serta keinginan pasar yang terus berubah dari waktu kewaktu, untuk itulah hanya manajemen hotel yang mengerti benar bahwa usaha ini ditentukan oleh perubahan kebutuhan pasar sajalah yang akan terus berhasil dalam menjalankan usahanya dan tidak mengalami kebangkrutan.

Coba kita lihat dari masing-masing kota dimana kita berdomisili, kalau kita teliti dengan baik akan kita dapati adanya beberapa hotel yang dulunya sangat terkenal dan popular, saat ini ada yang mengalami kesulitan keuangan yang sangat serius dan bahkan ada beberapa yang telah ditutup alias bangkrut karena tidak mampu membiayai sendiri jalannya roda usahanya, alasannya hampir bisa dipastikan karena hotel hotel tersebut telah ditinggalkan oleh pasar atau para pelanggannya.

Bagi para siswa-siswi yang saat ini sedang menekuni pendidikan perhotelan di bangku SMK, perlu terus diingat bahwa dunia pariwisata dalam hal ini perhotelan berkembang, berubah dan berjalan sangat cepat sehingga semua harus terus belajar dan menambah pengetahuan, wawasan dan pengalaman agar  para siswa siswi nanti setelah lulus dari SMK siap untuk memasuki dunia kerja dan selanjutnya mampu berkarir dengan sukses di dunia perhotelan ini. Ada beberapa aspek yang perlu kita cermati dalam minor operating department (MOD) ini yaitu bahwa:
1. Pendapatan/penghasilan dari MOD ini sangat dipengaruhi oleh jumlah tingkat huniannya (jumlah kamar yang terisi dan jumlah tamunya). 
2. Pendapatan/penghasilan dari MOD ini juga sangat dipengaruhi oleh jumlah pelanggan yang datang ke hotel tetapi tidak menginap di hotel tersebut.

Beberapa puluh tahun yang lalu masyarakat mengartikan bahwa suatu hotel identik dengan penginapan yang memiliki puluhan kamar tidur dan dilengkapi oleh sebuah Restoran. Namun saat ini suatu hotel yang diminati oleh para pelanggannya selain harus mempunyai para karyawan yang mampu melayani para tamunya dengan kualitas prima saja tidaklah cukup tetapi harus pula didukung oleh sarana dan prasarana penunjang lainnya yang dianggap menjadi kebutuhan para tamu selama menginap di suatu hotel, sehingga semua kebutuhan para tamu/pelanggannya bisa dipenuhi di hotel tersebut sehingga para tamu tidak perlu lagi meninggalkan hotel untuk mencari kebutuhan-kebutahan lainnya selama mereka menginap di suatu hotel. Adapun bagian atau sarana dan prasarana penunjang inilah yang kita kenal dengan MINOR OPERATING DEPARTMENT (MOD). Dibawah ini akan dijelaskan mengenai masing-masing jenis kegiatan operasional hotel yang termasuk dalam minor operating department (MOD)

a. Pusat Bisnis (Business Center)
Pusat bisnis merupakan tempat para tamu yang ingin menggunakan pelayanan sekretaris seperti membuat surat, mengirimkan fax, fotocopy, penerjemahan, membuat jadwal pertemuan, pelayanan penggunaan internet, mengkonfirmasikan tentang tiket transportasi dan lain-lain. Pusat bisnis tidak hanya menyediakan pelayanan sekretaris saja, namun beberapa hotel menyediakan pelayanan perpustakaan yang operasionalnya dibawah pusat bisnis.

Adapun kebutuhan-kebutuhan tamu yang mendesak dapat dirinci sebagai berikut: 
1. Pelayanan jasa internet
2. Pelayanan jasa facsimile
3. Pelayanan jasa photo copy dan materai atau kertas segel
4. Pelayanan jasa kesekretariatan meliputi notulis, penterjemah, pengetikan, pembuatan dokumen, kontrak dan bentuk-bentuk perjanjian lainnya.
5. Pelayanan jasa pembelian tiket dan rekonfirmasi jadwal keberangkatan pesawat
6. Pelayanan jasa transportasi dan taxi
7. Pelayanan jasa kesehatan dan emergency
8. Pelayanan jasa dokter on call dan dokter praktek spescialis
9. Pelayanan jasa dokter dan klinik spesialis kecantikan dan ortopedi
10. Pelayanan pembuatan banner, poster, pengepakan dan pengiriman paket atau dokumen dan lainnya yang biasanya dibutuhkan untuk dikirimkan secara cepat ditempat yang diinginkan oleh tamu guna menyampaikan ungkapan suka cita maupun duka cita. 

Seorang petugas business center (business center attendant) harus siap dengan data-data informasi yang lengkap yang mana sangat dibutuhkan oleh para tamu hotel dan biasanya data-data tersebut sudah disiapkan dengan up to date di dalam komputer yang telah disiapkan di business center yang meliputi data-data:
a. Alamat lengkap (DIMANA), 
b. Contact person (SIAPA), 
c. Jaraknya dari hotel (BERAPA JAUH), 
d. Transportasi yang tersedia (BAGAIMANA MENCAPAINYA), 
e. Biaya (BERAPA TARIFNYA), 
f. Jam operasional (SEBAIKNYA JAM BERAPA), 

Berikut ini informasi-informasi yang paling sering dibutuhkan oleh para tamu:
1. Kantor-kantor pemerintah tingkat I, dan II
2. Kantor-kantor ABRI dan POLRI
3. Kantor-kantor dinas pariwisata Tk I, dan II
4. Kantor-kantor dinas pendidikan Tk I dan II
5. Kantor-kantor perwakilan negara asing atau badan-badan dunia 
6. Kantor-kantor perbankan dan penukaran uang asing
7. Kantor-kantor BUMN
8. Kantor-kantor PLN, PDAM dan GAS
9. Universitas negeri dan swasta
10.Lembaga pendidikan lainnya
11.Kantor-kantor asosiasi profesi
12.Kantor-kantor lembaga swadaya masyarakat
13.Kantor-kantor media baik elektronik maupun cetak
14.Kantor-kantor kesehatan dan rumah sakit

Untuk itulah business center attendant harus siap untuk memberikan bantuan dengan baik cepat dan akurat sehingga peran business center sebagai pusat pelayanan usaha bisa mencerminkan kualitas hotel yang baik dan memberikan kepuasan kepada setiap tamunya baik yang menginap di hotel tersebut maupun tidak menginap.

Penanganan Lost & Found

Tujuan dari penanganan lost & found ialah :
Agar barang bawaan tamu yang tertinggal di kamar atau di area hotel dapat terawat dan terjaga dengan baik Penangan Kehilangan dan penemuan Barang (Lost & Found) Bila kamar tersebut baru saja ditinggalkan oleh tamunya (C/O) periksalah dengan seksama kalau-kalau ada barang tamu yang tertinggal. Kalau ada barang yang tertinggal hubungi segera supervisor yang bersangkutan dengan cepat atau kantor depan dengan cepat jika barang tersebut merupakan barang berharga. Barang milik tamu yang tertinggal harus diserahkan kepada supervisor dan akan dicatat pada buku Lost and Found.

Kalau kamar yang dibersihkan itu Occupied biasanya banyak barang atau  pakaian tamu yang berserakan di atas tempat tidur, kursi. Untuk mengatasi hal hal ini gantung dan letakkan barang-barang tersebut dengan rapi pada tempat yang  semestinya.
Prosedur dan tanggung jawab  (room attendant) :
1) Menemukan barang di kamar 
2) Melaporkan penemuan barang kepada floor supervisor 
3) Menginformasikan adanya penemuan barang kepada front office
4) Mengantar barang temuannya ke housekeeping office/order taker
5) Memeriksa, mencatat  barang yang ditemukan pada form yang ada 
6) Memberikan salinan laporan penemuan barang ke room attendant atau penemu
7) Membungkus barang temuan 
8) Menempelkan form  penemuan barang pada bungkusan 
9) Menyimpan barang ke deposit box
10) Membuat bukti serah terima  barang di FOC
11) Jika barang yang ditemukan adalah barang yang tidak berharga maka housekeeping clerk memungkus barang tersebut
12) Housekeeping clerk /order taker menempelkan form penemuan barang ke bungkusan 
13) Housekeeping /order taker menyimpan barang di almari Lost & found di Housekeeping 

Catatan 
1) Jika ada penemuan di area umum  oleh staf hotel atau departemen lain  maka barang tersebut segera diberikan ke bagian housekeeping untuk dibuatkan /masukkan dalam daftar lost & found 
2) Jika barang yang ditemukan barang yang cepat rusak misalnya buah-buahan/makanan disimpan selama 24 jam